• .:: Sahabat Da’wah ::.

  • BELIA
  • TRACS
  • Kang Candra
  • Teh Lista
  • Kang Sagy
  • Kang Rachmat
  • Kang Ishaq
  • Kang Fitriana
  • Forum X-SIST
  • Teh Amanda
  • SOLUSI DAHSYAT SAAT KRISIS & PHK Rp.700.000 Ribu
perhari dengan PERANGKATBISNIS..Klik Disini!!!
  • Benteng Dunia

    benteng-dunia

    Seorang hamba Allah turun dari gunung berkelana melewati beberapa desa.Di desa pertama dia melihat rumah kosong yang penuh dengan emas.Kemudian iblis menggodanya,”Ayo curi! Itulah yang akan membuatmu kaya!” Tapi si hamba Allah menjawab ,”Tidak sebab rumahku sangat dekat!” Continue reading

    Advertisements

    Ikhwan Sejati

    hamas1

    Setelah sebelumnya menulis tentang akhwat sejati.Biar yang ikhwan g pada iri,sekarang kita akan mencoba bercerita tentang ikhwan sejati.Begini nih ceritanya. Seorang remaja pria bertanya pada ibunya, ”Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati!” Sang Ibu tersenyum dan menjawab… Continue reading

    Akhwat Sejati

    akhwat-29

    Akhwat sejati bukanlah dilihat dari wajahnya yang manis dan menawan, tetapi dari kasih sayangnya pada karib kerabat dan orang disekitarnya. Pantang baginya mengumbar aurat, dan memamerkannya kepada siapapun, kecuali pada mahramnya. Dia senantiasa menguatkan iltizam dan azzam-nya dalam ber-ghadul bashar dan menjaga kemuliaan diri, keluarga serta agamanya. Continue reading

    Indahnya Kebersamaan

    Al-Khansa Binti Amru Ummu Syuhada

    cadar

    Wanita itu sudah tua, namun semangat juangannya masih tetap menyala-nyala seperti wanita muda. Setiap tutur katanya selalu menjadi pendorong bagi orang-orang di sekitarnya. Maklumlah, ia seorang penyair dua zaman. Tidak jarang ia bercakap-cakap dalam bentuk syair. Al-Khanza Binti Amru, demikian nama wanita itu. Continue reading

    Guru Dengan Gaji Rp100,-/Minggu

    Boleh jadi kita termasuk yang sering menyepelekan uang receh nilai seratus rupiah. Kembalian belanja di warung, dianggap tidak berharga. Beberapa orang bahkan sengaja tidak mengambil uang kembalian berupa beberapa koin cepe’an itu dan dibiarkan tergeletak begitu saja di meja kasir pusat perbelanjaan. Sebagian orang tersenyum tanda setuju kepada petugas kasir yang menukar uang seratus dengan sebutir permen.

    Di rumah dan di kantor, uang koin seratus rupiah berserakan di lantai atau menumpuk di laci tanpa kejelasan penggunaannya kecuali menunggu pengamen dan pengemis datang. Sebab nilai mata uang terkecil itu pun kadang tak berlaku untuk tukang parkir, bahkan untuk uang jajan anak-anak di sekolah pun tak disentuh, “Seratus? Emangnya dapat apa dengan uang segitu ?”  Continue reading